Minggu, 27 November 2016

penulisan feuture dan laporan mendalam


caferacer membawa kebanggan bagi jargon modifikasi motor

 modifikasi adalah cara merubah bentuk sebuah barang dari yang kurang menarik menjadi lebih menarik tanpa menghilangkan fungsi aslinya, serta menampilkan bentuk yang lebih bagus dari aslinya.

 sebut saja mas buddy yang mempunyai jargon di bidang modifikasi motor caferacer, tidak hanya motor caferacer saja yang mas buddy modifikasi motor lain pun di modifikasi oleh mas buddy hingga mendapatkan juara nasional modifikasi di tahun 2009 nama kontes yang mas buddy ikutkan adalah Honda Oto Contes (HOCS).

dari tahun 2002 mas buddy mendirikan tempat modifikasi motor costum yang bernama bmc, bmc adalah buddy modification concept. arti dari bmc tersebut adalah tempat modifikasi motor custom yang mempunyai jargon dalam modifikasi motor. mas buddy lahir tanggal 07 November 1979 di Jepara. lulusan sekolah mas buddy di stm mesin produksi Semarang. 

 awal mula mas buddy mendirikan bmc itu dari hobby yang terpendam dan mas buddy sangat bangga karna jargonya yang dia miliki di bidang modifikasi. karena mas buddy lihai dalam jargon modifikasi peminat yang mau modifikasi motor sangat banyak sampai mas buddy kewalahan dalam modifikasi motor.

 nama mas buddy sudah meroket dengan melesat cepat karna jargon nya yang dia punya dan concept - concept yang dia punya dan selalu mendapatkan juara. mas buddy sudah lama modifikasi motor karna jargon nya sangat tinggi dan tangan nya sangat lihai untuk merubah motor yang lebih bagus, sudah sekian banyak motor yang mas buddy modifikasi sehingga peminat modifikasi tidak ada yang keluh-kesah atas jargon modifikasi.









Sabtu, 30 April 2016

teknik wawancara jurnalistik

wawancara jurnalistik

definisi & pengertian

Wawancara sering disebut Interview, artinya tanya jawab antara seseorang dengan orang lain dengan tujuan mendapatkan data.

Wawancara Jurnalistik adalah tanya jawab antara wartawan dengan  nara sumber dengan tujuan mendapatkan bahan berita.
 
Jenis Wawancara
Ditinjau dari maksud/tujuan, wawancara terbagi atas:

Information interview
adalah wawancara untuk mendapatkan keterangan dan mengetahui data-data.

Opinion interview
adalah wawancara untuk mendapat pendapat mengenai suatu masalah/isu.

Stories interview
adalah wawancara untuk membuat feature.


jenis wawancara ada 3 yaitu :

1. wawancara secara tatap muka adalah suatu bentuk wawancara yang dilakukan secara berhadap-hadapan.
2. wawancara melalui telepon biasanya dilakukan untuk mengkonfirmasi dan mengejar deadline
3. wawancara kelompok adalah percakapan yang dilakukan secara berkelompok

Teknik Wawancara
 Hal yang harus diperhatikan dalam wawancara adalah :
1.Persiapan wawancara
   beberapa persiapan yang dilakukan sebelum wawancara yaitu :
   - menentukan tema.
   - menentukan angle
   - susunan outline.
   - mengumpulkan informasi dengan tepat
2.Pelaksanaan wawancara
3.teknik verbal
   yaitu teknik wawancara yang betul-betul memerlukan alat bantu hardwere, seperti catatan dan alat tulis, tape recorder, handycam, microfon
4.teknik substansial
   yaitu teknik yang terkait dengan kemampuan jurnalis dari segi ketajaman nuraninya dalam menentukan tema, tempat dan saat yang tepat bagi berlangsungnya sebuah wawancara

Rabu, 20 April 2016

hasil wawancara di TPU utan kayu jakarta timur pada hari selasa tanggal 19 april . jam 14:34 pm

19/04/2016
cerita tentang meninggalnya seorang kiyai sebelum TPU utan kayu di diri kan 

SELASA,19 APRIL 2016
JAKARTA:  Tempat pemakaman umum ( TPU ) utan kayu jakarta timur.
 
Saya menghampiri seorang salah satu petugas yang menjaga TPU tersebut. saya berkenalan kepada petugas pemakaman itu, nama petugas pemakaman itu bernama zagi.

petugas pemakaman yang bernama zagi, dia bertempat tinggal di sekitar TPU utan kayu,zagi bekerja sudah lama/ sudah dari kecil zagi membersihkan pemakaman sebelum  TPU itu berdiri.warga lingkungan sekitar rumah nya zagi mengetahui dia sebagai petugas TPU utan kayu, warga mengenal baik dengan zagi.

sejak kecil iya sudah bermain di sekitar lingkungan TPU sebelum berdiri, zagi sudah  mengetahui ada pemakaman yang sudah terkubur di tanah sekitar lingkungan dekat zagi bertempat tinggal. zagi membersihkan pemakaman itu dengan ikhlas dan sukarela .

sampai TPU utan kayu itu berdiri , zagi melamar sebagai petugas TPU utan kayu. zagi di terima sebagai petugas TPU dan di kasih izin untuk bekerja di TPU .

sekian lama zagi bekekerja di TPU tersebut, zagi mendapat berkah dari yang maha esa. zagi mendapat kan kerja sampingan yaitu bekerja menjadi tukang sevis kipas angin. zagi bekerja dengan giat dan tidak pernah bosan dengan pekerjaan itu, zagi mensyukuri apa adanya pekerjaan zagi.

pada pagi hari sampai sore zagi bekerja menjadi pembersih pemakaman. malam nya zagi bekerja menjadi tukang servis kipas angin. zagi selalu bekerja seperti itu setiap harinya dengan penuh ikhlas dan senang , zagi tidak pernah keberatan pekerjaan yang zagi miliki, meskipun di luaran sana ada pekerjaan yang lebih bagus, zagi tidak menghiraukan pekerjaan di luar sana karena zagi sudah nyaman dengan pekerjaan yang zagi kerjakan.

zagi bekerja di TPU itu dengan penuh ikhlas. sekalipun ada pihak dari keluarga almarhum mengasih uang ke zagi itu 30 ribu setiap satu pemakaman dengan seikhlasnya.  kalau dari pihak keluarga mengasihi uang ke zagi, zagi akan menerima dengan penuh ikhlas dan sukarela.

zagi pun tidak pernah mengeluh atas uang yang di kasih dari pihak keluarga almarhum walaupun uang tersebut sangat tidak pantas untuk di dapatkan oleh zagi, zagi selalu menerima dengan penuh ikhlas dan sukarela.

saya bertanya lagi kepada zagi.
kalau bapak zagi bekerja menjadi tukang servis kipas angin, bapak zaki mendapatkan upah berapa?

bapak zagi.
saya mendapatkan upah yang sangat berarti buat saya walaupun itu 50, 30 ribu. saya sangat senang karna uang segitu sangat berarti bagi saya.

saya bertanya kepada bapak zagi.
maaf pak sebelumnya, bapak tidak pernah kecewa atas upah yang sebesar itu ?

bapak zagi.
tidak, saya tidak pernah kecewa atas upah yang orang berikan kepada saya. yang penting uang tersebut halal dan hasil keringet saya yang saya kerjakan.

saya bertanya kepada bapak zagi.
bapak tidak mau mempunyai pekerjaan yang upahnya lebih besar dari upah yang bapak dapatkan?

bapak zagi.
ya saya mau mau aja  mendapatkan upah yang lebih besar, tetapi kalau pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan batasan/ kemampuan yang saya miliki saya lebih baik bekerja seperti ini . menjadi petugas TPU dan tukang servis kipas angin.

sesudah saya menanyakan pekerjaan bapak zagi. saya menanyakan lagi kenapa di salah satu makam yang ada di situ ada keanehan pemakaman yang di beri pagar besar yang mengelilingi pemakaman itu.

saya bertanya kepada bapak zagi.
pak,saya melihat di sekitar pemakaman. kok ada pemakaman yang di beri pager kayu yang besar mengelilingi makam itu?

bapak zagi.
oh, pemakaman itu.  pemakaman itu adalah pemakaman Muhammad shaleh . pemakaman tersebut sudah terkenal dengan tokoh KIYAI yang sudah lama meninggal di sekitar TPU utan kayu.

 saya bertanya kepada bapak zagi.
apakah warga di sekitar lingkungan rumah bapak sudah mengetahui pemakaman muhammad shaleh?

bapak zagi.
iya, disekitar lingkungan warga disini mengetahui pemakaman almarhum muhammad shaleh. pemakaman muhammad shaleh sudah di kenal sebagai sesosok kiyai yang sudah lama meninggal sebelum berdirinya TPU berdiri, warga menyakini almarhum muhammad shaleh adalah cucu sunan bonang,Pemakaman Muhammad shaleh (kiyai) tersebut tidak ada yang berani mengotak atik, sudah tradisi / adat di sekitar pemakaman itu sendiri. pemakaman Muhammad shaleh sudah berabad – abad  meninggalnya  #petugaspemakaman (zagi). Keluarga tersebut berasal dari jawa, keluarga dari almarhum Muhammad shaleh berdatangan untuk ngelayat dan berdoa di pemakaman Muhammad shaleh .

                    petugas TPU yang menjaga pemakaman almarhum muhammad shaleh
                                                                       ( ZAGI )
 

Sabtu, 10 Oktober 2015

KOMUNIKASI POLITIK (infrastruktur politik)

Sub-sub sistem indonesia terbagi menjadi 2 yaitu :
  1. suprastruktur politik
  2. infrastruktur politik
suprastruktur politik terbagi atas 3 sub yaitu :
  • legislatif
  • eksekutif
  • yudikatif
tugas suprastruktur politik :
  • legisltaif  : bertugas untuk membuat undang undang
  • eksekutif : bertugas untuk menjalankan pemerintahan 
  • yudikatif : bertugas untuk mengawasi
- legislatif terdiri dari : Dpr,Mpr,Dpd,Dprd
- eksekutif terdiri dari : presiden,wakil presiden,mentri dan gubernur
- yudikatif terdiri dari : MA,MK,KY, dan lembaga peradilan lainya

3 sub ini di sebut dengan trias politika, dimana di negara demokrasi mrk pasti ada dan sudah di atur dalam undang undang dasar. 3 sub ini saling melengkapi artinya jika legislatif mengajukan perubahan undang undang maka eksekutif harus mengetahui dan menyetujui, kemudian yudikatif lah yang mengesahkan undang undang tersebut begitupun juga sebaliknya yudikatif bisa menolak rancangan undang undang yang di ajukan oleh legislatif dan eksekutif seperti undang undang migas yang di tolak oleh yudikatif karna melanggar undang undang lainnya.
infrastruktur yaitu suasana kehidupan politik rakyat yang berhubungan dengan kehidupan lembaga lembaga kemasyarakatan dalam kegiatannya dapat mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kebijakan lembaga lembaga kenegaraan dalam menjalankan fungsi serta kekuasaan masing masing. untuk menyalurkan aspirasi dan kepentingan masyarakat dalam penyelenggara pemerintah negara
infrastruktur politik sering disebut sebagai bangunan bawah, atau mesin politik informal atau mesin politik masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok yang di bentuk atas dasar kesamaan social,ekonomi,kesamaan tujuan,serta kesamaan lainnya.

Raden ifan bobby
2014371650038
fakultas ilmu komunikasi

Minggu, 27 September 2015

KOMUNIKASI POLITIK


komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media untuk menghasilkan efek yang di inginkan dan memperoleh feedback (umpan balik).

efek :
efek kognitif (pengetahuan)
efek afektif (perasaan)
efek koonatif (tingkah laku)

          Komunikasi politik merupakan komunikasi yang bercirikan politik yang terjadi di dalam sebuah sistem politik. Komunikasi politik dapat berbentuk penyampaian pesan-pesan yang berdampak politik dari penguasa politik kepada rakyat ataupun penyampaian dukungan atau tuntutan oleh rakyat bagi penguasa politik. Istilah komunikasi politik lahir dari dua istilah yaitu ”komunikasi” dan ”politik”. Hubungan kedua istilah itu dinilai bersifat intim dan istimewa karena pada domain politik, proses komunikasi menempati fungsi yang fundamental. Bagaimanapun pendekatan komunikasi telah membantu memberikan pandangan yang mendalam dan lebih luas mengenai perilaku politik.
Definisi mengenai komunikasi politik dapat dikemukakan oleh Denton dan Woodward (dalam Pawito, 2009), keduanya mengatakan bahwa komunikasi politik merupakan “Diskusi publik mengenai penjatahan sumber daya publik – yakni mengenai pembagian pendapatan atau penghasilan yang diterima oleh publik, kewenangan resmi – yakni siapa yang diberi kekuasaan untuk membuat keputusan-keputusan hukum, membuat peraturan-peraturan, dan melaksanakan peraturan-peraturan; dan sanksi-sanksi resmi – yakni apa yang negara berikan sebagai ganjaran atau mungkin hukuman”.
Pengertian ini lebih mengedepankan interaksi antara negara (the state) dengan rakyat atau publik. Interaksi ini dalam berbagai realitas politik dapat dicermati melalui pertanyaan-pertanyaan realistis, misalnya, apa yang diperoleh rakyat, bagaimana keputusan-keputusan penyelenggara negara dibuat – adil ataukah tidak, dan sejauh mana rakyat mau mernerima penjatahan yang ada (Pawito, 2009).
Sedangkan menurut Fagen, komunikasi politik adalah segala komunikasi yang terjadi dalam suatu sistem politik dan antara sistem tersebut dengan lingkungannya. Lain lagi dengan Muller yang merumuskan komunikasi politik sebagai hasil yang bersifat politik (political outcomes), dari kelas sosial, pola bahasa, dan sosialisasi. Selanjutnya Gallnor menyebutkan bahwa komunikasi politik merupakan infra-struktur politik, yaitu kombinasi dari berbagai interaksi sosial di mana informasi yang berkaitan dengan usaha bersama dan hubungan kekuasaan masuk ke dalam peredaran (Nasution, 1990).
Rumusan Gallnor menempatkan komunikasi sebagai suatu fungsi politik bersama-sama dengan fungsi artikulasi, agregasi, sosialisasi, dan rekrutmen dalam sistem politik. Menurut Almond, komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang harus ada dalam setiap sistem politik sehingga terbuka kemungkinan bagi para ilmuwan untuk memperbandingkan berbagai sistem politik dengan berbagai latar belakang budaya yang berbeda. Bagi Almond, semua sistem politik yang pernah, sedang dan akan ada mempunyai persamaan mendasar yaitu adanya kesamaan fungsi yang dijalankannya (Nasution, 1990) 
Dari sudut rujukan ilmiah, pemikiran dari Fagen (dalam Hasrullah, 2001) menggambarkan relevansi bidang kajian ilmu politik dan komunikasi. Hal tersebut terlihat dari gambaran analisis yang disajikan, membicarakan peristiwa-peristiwa politik yang berdimensi komunikasi. Kemudian juga rujukan yang dipergunakan dalam melihat komunikasi dan politik masih memakai kerangka dasar (framework) dari Harold D. Lasswell (1948), yaitu: Who says What, in Which Channel, To Whom, Whit What Effect.
  Dengan formulasi klasik dari Lasswell ini, secara langsung juga dilihatnya bahwa problem-problem komunikasi politik dapat dianalisis dengan menggunakan kerangka dasar ini. Dan pendekatan yang dilakukannya tentunya dilihat secara mekanistis, apakah itu konsep pengaruh atau kekuasaan.
  Dari pandangan di atas terungkap, bahwa disiplin ilmu yang digunakan dalam komunikasi politik sangat multi disipliner sifatnya, sehingga dalam pengkajian yang dinamis tentunya membutuhkan paradigma yang luas dari berbagai disiplin ilmu.
Karena itu, seperti dikatakan Rush dan Althoff (1997), komunikasi politik memainkan peranan yang amat penting di dalam suatu sistem politik. Ia merupakan elemen dinamis, dan menjadi bagian yang menentukan dari proses-proses sosialisasi politik, partisipasi politik, dan rekrutmen politik. Sedangkan dalam konteks sosialisasi politik, Graber (1984) memandang komunikasi politik ini sebagai proses pembelajaran, penerimaan, dan persetujuan  atas kebiasaan-kebiasaan (customs) atau aturan-aturan (rules), struktur dan faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kehidupan politik. Ia menempati posisi penting dalam kehidupan sosial-politik karena dapat mempengaruhi kualitas interaksi antara masyarakat dan penguasa.
           Dari beberapa pengertian di atas, jelas komunikasi politik adalah suatu proses komunikasi yang memiliki implikasi atau konsekuensi terhadap aktivitas politik. Faktor ini pula yang membedakan dengan disiplin komunikasi lainnya seperti komunikasi pendidikan, komunikasi bisnis, komunikasi antar budaya, dan semacamnya. Perbedaan itu terletak pada isi ‘pesan’. Artinya komunikasi politik memiliki pesan yang bermuatan politik, sementara komunikasi pendidikan memiliki pesan-pesan  yang bermuatan pendidikan. Jadi untuk membedakan antara satu disiplin dengan disiplin lainnya dalam studi ilmu komunikasi, terletak pada sifat atau pesannya.   
              Komunikasi politik menyalurkan aspirasi dan kepentingan politik rakyat yang menjadi input sistem politik. Dan pada waktu yang bersamaan komunikasi politik juga menyalurkan       kebijakan yang diambil atau output dari sistem politik. Dengan demikian melalui komunikasi politik maka rakyat dapat memberikan dukungan, menyampaikan aspirasi dan melakukan pengawasan terhadap sistem politik.
Unsur-unsur yang terlibat dalam komunikasi politik ini terbagi dua, yaitu unsur suprastruktur dan infrastruktur politik. Suprastruktur politik terdiri dari; lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Sedangkan infrastruktur politik terdiri dari; partai politik, interest group, media massa, tokoh masyarakat, dan lainnya. Menurut VJ. Bell ada tiga jenis pembicaraan dalam pengertian politik yang mempunyai kepentingan politik yang jelas sekali politis, yaitu; pembicaraan kekuasaan (mempengaruhi dengan ancaman atau janji), pembicaraan pengaruh (tanpa sanksi), dan pembicaraan otoritas berupa perintah (Littlejohn, 2005).
Komunikasi politik harus dilakukan dengan intensif dan persuasif agar komunikasi dapat berhasil dan efektif. Adapun faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari komunikasi politik yaitu; status komunikator, kredibilitas komunikator, dan daya pikat komunikator. Carl Hoveland, seorang ahli komunikasi mengatakan bahwa terbentuknya sikap suatu proses komunikasi selalu berhubungan dengan penyampaian stimuli yang biasanya dalam bentuk lisan oleh komunikator kepada komunikan guna mengubah perilaku orang lain (Nimmo, 2005). Pendapat Hoveland ini menyangkut efek dari suatu proses komunikasi persuasif. Asumsi dasar dari Hoveland adalah bahwa sikap seseorang maupun perubahannya tergantung pada proses komunikasi yang berlangsung apakah komunikasi itu diperhatikan, dipahami, dan diterima dengan baik.


Raden ifan bobby
2014371650038
Universitas Jayabaya

Fakultas Ilmu Komunikasi.